Langsung ke konten utama

54. Syarat Tangguhan dan Syarat dalam Akad Qardh

 Disadur dari Pendidikan Online Muamalah Maaliah - erwandi Tarmizi Associatiaon ( POMM-ETA)


Syarat Tangguhan dan Syarat dalam Akad Qardh


Pembahasan Meliputi

6.1. Syariat tangguhan dalam Qardh dan Kosekuensinya

Boleh mensyaratkan tempo dalam Qardh sehingga peminjam  tidak wajib membayar pelunasan  dan pembelri hutang tidak berhak  menuntut piutang sebelum jatuh tempo. Adapun jika belum disyaratkan muqtaridh wajib membayar kapanpun ketika diminta.

Dalil dalil syar'i menunjukkan bolehnya syarat tempo dalam Qardh.

7. Syarat akad dalam Qardh


Tidak boleh mensyaratkan akad jual beli, sewa, atau akad tukar menukar lainnya dalam Qardh. Dalilnya

1. Sabda nabi Muhammad shalallahu alayhi wasallam

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لاَ يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلاَ شَرْطَانِ فِى بَيْعٍ وَلاَ رِبْحُ مَا لَمْ تَضْمَنْ وَلاَ بَيْعُ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ


Tidak halal menggabungkan utang dengan jual beli, tidak pula dua syarat dalam jual beli, tidak pula keuntungan tanpa ada pengorbanan, dan tidak pula menjual barang yang tidak kamu miliki. (HR. Ahmad 6671, Abu Daud 3506, Turmudzi 1279 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Dalam hadis yang ringkas ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan panduan dalam sistem transaksi jual beli manusia, yang tentu saja transaksi itu ada di masa silam.


Empat larangan yang beliau sebutkan,


 1. Tidak boleh menggabungkan utang dengan jual beli

   2.  Tidak boleh ada 2 syarat dalam jual beli

  3.  Tidak boleh mengambil keuntungan tanpa ada usaha dan pengorbanan

 4.  Tidak boleh menjual barang yang tidak dimiliki..


2. Bahwasanya akad jual beli dalam Qardh akan menjadi sarana penambahan dalam Qardh. Karena bisa jadi dia akan mengurangi harga karena qardh.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulekan dari bahan akar bambu

salah satu perangkat masak yang mulai ditinggalkan adalah ulekan. ulekan adalah alat masak yang digunakan bersama cobek untuk menghaluskan dan mencampur bumbu masakan atau sambal.  ulekan dimasa sekarang sudah banyak ditinggalkan dan biasanya yang beralih ke alat elektronik seperti blender. tapi untuk sebagian atau kebanyakan orang demi menjaga citarasa, mereka tetap bertahan dengan ulekan ini, karena konon menghaluskan dan mencampur bumbu dengan blender tentu kurang sedap. tentu saja yang lebih sedap adalah dengan menggunakan alat konvensional yaitu cobek dan ulekan. ulekan banyak macamnya. ada yang dibuat dari batu, tanah liat (tembikar) dari kayu, dan yang ini adalah terbuat dari akar bambu (oyot bambu). ulekan dari bahan bambu konon lebih awet dan lebih sedap. ulekan ini biasa digunakan untuk menghaluskan bumbu dan mencapur bumbu ketropak, gado-gado, karedok, ayam geprek  rujak dan atau lainya.  daftar harga berdasarkan ukuran kepala ulekan ...

Zakat

 Zakat Penjelasan Materi Penjelasan Materi Zakat dan Harta Pengertian zakat Secara bahasa zakat bermakna an-namaa’ (النماء) artinya tumbuh dan berkembang, dan ath-thahaarah (الطهارة) artinya suci. Dalam bahasa arab disebutkanزكا الزرع إذا نما , dzkaa az-zar’u idza namaa, tanaman itu berkembang jika ia tumbuh.  Adanya pengertian secara bahasa ini menunjukkan bahwa kata zakat sudah ada sebelum Islam datang. Secara istilah zakat adalah: حق واجب في مال مخصوص في وقت مخصوص لطائفة مخصوصة Hak yang wajib ditunaikan pada harta tertentu, pada waktu tertentu dan untuk golongan tertentu. Al-Maal (المال), harta secara bahasa adalah   ما تميل إليه النفس  Maa tamiilu ilaihin nafs “Sesuatu yang jiwa cenderung kepadanya” (menguasai, memiliki) (Dan secara istilah harta adalah segala sesuatu yang memiliki manfaat yang mubah). Kewajiban zakat pada harta tertentu bukan pada semua harta. Misal harta berupa rumah yang ditempati senilai 200juta, apakah setiap tahun harus dizakati? Jawab...

Kezhaliman dalam bermuamalah 2

  disadur dari materi audio POMM - ETA, Pendidikan Online Muamalah Maaliyah Erwandi Tramidzi Association, sangat dianjurkan mengikuti pembelajaran ini... 4. Kedzaliman terhadap orang tertentu Diantara bentuknya 4.1.    Menjual atau membeli dengan cara terpaksa. Kedzaliman kepada orang yang terpaksa menjual atau membeli. Manusia sebagai makhluk social tidak dapat memenuhi semua kebutuhanya sendirian. Petani menjual hasil tani kemudian membutuhkan pakaian dan membeli pakaian dengan hasil jual panennya. Islam mengatur hubungan antar manusia ini dengan fiqh muamalat, yang dimana dalam bermuamalah ada syarat dan rukunnya. Diantara syarat syah jual beli adalah keridhoan. Seperti yang terjadi di sebagian tempat ketika pembeli menawar maka penjual dengan bentakan dan paksaan memaksa pembeli. Maka hukum jual beli ini tidak syah. Dan status uang maupun barang haram. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِج...